Kasiat Daun Imbo atau ,imba, alembha, memphauh, intaran, margo sier, neem tree

Tidak hanya dapat digunakan sebagai pestisida nabati, tetapi tanaman mimba juga dapat digunakan sebagai obat herba alami. Tanaman yang termasuk dalam famili tumbuhan Meliaceae ini mempunyai berbagai macam nama daerah, diantaranya:  imbo, alembha, memphauh, intaran, margo sier, neem tree, dan nimba. Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, antara lain: Azadirachtin, minyak gliserida, asam (asetiloksifuranil, dekahidrotetrametil, oksosiklopentanatolfuran, Asetat, keton (heksahidro, hidroksitetrametil, fenantenon (nimbol)).
PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
    mimba-1mimba
  1. Kencing manis. Tujuh lembar daun direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, dan minum, (3-4 gelas/ hari). Diulang menurut kebutuhan.
  2. Disentri, diare. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas.  Dinginkan, saring, dan minum pagi sore. Untuk menghilangkan rasanya yang pahit, dapat ditambahkan madu. Diulang menurut kebutuhan.
  3. Malaria. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi sore. Diulang menurut kebutuhan.
  4. Masuk angin. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi sore. Diulang menurut kebutuhan.
  5. Eksim, gudig. Cuci dengan air rebusan daun mimba.
  6. Sindap, ketombe. Keramas dengan air rebusan daun mimba.
  7. Hepatitis, Gagal lever. Kulit batang atau kulit akar, direbus dan minum  atau tujuh lembar daun direbus dengan 2 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, dan sore. Diulang menurut kebutuhan.
  8. Kanker lever. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, dan sore. Diulang menurut kebutuhan.
  9. Jerawat. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas, minum 3×1 gelas per hari.
  10. Pencuci luka. Bersihkan segenggam daun mimba. Rebus hingga mendidih, kemudian saring dan dinginkan. Air rebusan kemudian digunakan untuk mencuci luka baru, luka memar, dan luka gores.
  11. Membunuh jentik nyamuk. Ambil tiga sendok makan serbuk daun mimba, kemudian larutkan dalam bak mandi (ukuran 0,5 meter kali 0,5 meter dengan kedalaman maksimal satu meter). Sebaiknya pemberian serbuk dilakukan di malam hari, ketika air bak mandi tidak digunakan. Ramuan ini berfungsi seperti abate.
  12. Penurun gula darah. Cuci segenggam daun mimba yang telah dikeringkan, lalu rebus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Saring dan minum airnya setelah dingin. Aktivitas penurun gula darah dengan ekstrak daun mimba selama dua minggu, sebelum pemberian aloksan secara bertahap dapat mencegah kenaikan gula darah.
  13. KB dan diabetes. Selain sebagai insektisida, minyak biji mimba sudah sejak lama digunakan orang untuk kelancaran program Keluarga Berencana (KB). Dari hasil penelitian diketahui, minyak mimba tidak memberikan efek samping sebagai alat kontrasepsi. Dalam urusan KB, mimba bertugas membunuh sperma, bukan berfungsi laksana hormon.
  14. Daun Mimba sebagai Obat kanker. Dewasa ini kepopuleran daun mimba semakin melambung karena dipercaya sebagai obat anti kanker, bahkan mampu menghambat perkembangan HIV yang menjadi penyebab penyakit AIDS. Daun mimba mengandung azadiractin (C35H44 dan O16) serta komponen lain yang diklaim sebagai racun. Selain itu, daun mimba juga mengandung unsur-unsur lain selain azadiractin yang belum terdeteksi dan belum teridentifikasi. Azadiractin terdiri atas 17 komponen, diantaranya azadiractin A dan azadiractin B.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Add to Google Reader or Homepage